Selasa, 02 Juni 2009

Belajar untuk belajar...


bismillah….

Allah, sungguh luas ilmu Mu….
semakin banyak belajar, semakin merasa diri ini ga ada apa-apanya, karena ternyata ilmu yang kita miliki mungkin baru sebutir debu, sedangkan ilmu Allah….subhanallah, Allahu akbar!! Manusia memang tak akan pernah bisa menjangkau Nya, tanpa izin- Nya. Betapa besar rasa cinta Mu padaku, aku masih diberi keinginan untuk belajar dan menjadi lebih baik….

semakin berhubungan dengan banyak orang, semakin membuat Q merasa klo diri ini bukan lah apa-apa, hanya seorang hamba Allah yang bertahan karena rahmat dan kekuatan Nya….

Bulan ini ku azzam kan untuk lebih banyak belajar, belajar dari apa pun, ya Allah, smoga aku tidak menyia-nyiakan waktu luang itu. mesti banyak baca buku dan diskusi juga biar otak nya ga kaku, bisa memahami berbagai kondisi, beradaptasi dengan sesuatu yang berbeda dengan kita….

Apalagi bentar lagi ada Ujian Akhir...

Baca, iqra! (agenda wajib…gerakan membaca…)

yap! banyak hal yang bisa dipelajari pun dg sekitar kita, saatnya lebih peka! kepekaan datang klo kita mengasahnya, yuuuuuuuuu asah hati, pikiran, dan kemampuan Qtha, tantangan di depan lebih menantang!! smangat!!!!

Aku Rindu "Mereka yang Dulu"



Ada yang hangat membasuh pelupuk mata dan pipi ini. Endapan kristal yang tak mampu terbendung lagi, kini tumpah menguraikan kesedihan dan menyisakan isak tangis sesenggukan. ada yang bergemuruh di dalam dada. ada yang bergejolak di dalam jiwa. semua beradu memainkan nuansanya...Dengan segenap hati kurangkaikan kata demi kata untuk mereka yang kini entah di mana. Aku merasa kehilangan...sangat kehilangan! Karena itu, kucoba tuliskan rinduku, pada mereka yang dulu...

Masih hangat dalam ingatan, saat aku menginjakkan kaki pertama kali di medan juang ini. Sambutan mesra dari mereka yang menawarkan sebentuk cinta. Cinta suci yang hanya dibingkai karenaNya. Cinta yang terikat karena adanya kesamaan: satu aqidah, satu cita, dan satu tujuan. Merekalah yang mengajarkanku indahnya jalinan persaudaraan. Tatkala ucap salam menjadi indah terdengar. Senyum-senyum tulus yang merekah dari wajah-wajah bercahaya. Sapa ramah yang terlontar dari mereka yang bersih hatinya...Ah, aku benar-benar jatuh cinta pada mereka. Semoga Allah menjaga ukhuwah ini hingga ke syurga_amien.
Kala ku buka lembaran silam, untaian memori tertata rapi, sekotak kenangan tergenggam erat, seiring waktu yang berjalan begitu cepat. Di sini, kita merajut bingkai ketulusan, merangkai kebersamaan, dan indahnya sebuah jalinan. Tak ada yang mesti ditangisi. Tak ada yang mesti disesali. Berpisah tak mesti pergi. Karena namamu tetap bersarang di sini, di relung hati. Hanya untaian maaf dan berbuket ucapan terimakasih yang terselip di sela-sela do’a...Moga Allah mengumpulkan kita di jannahNya_amien..

Kamis, 21 Mei 2009

MENCARI AKU

"Kamu itu dah dewasa! Berpikirlah ala orang dewasa!"

"Aku nggak mau jadi dewasa."


"Loh, kenapa?"

"Orang dewasa itu sok tau!"

"Hemmm..."

"Urusan orang dewasa itu ruwet, 'njelimet, serba salah."

"Lalu?"

"Jadi dewasa itu dituntut untuk benar."

"Harus dong.....Bukankah kita harus dalam kebenaran?"

"Tapi, apakah dewasa itu harus selalu benar? Harus menjadi pintar? Apakah dewasa itu gak boleh terus belajar?"

"Yaa...dewasa itu kan setidaknya lebih berpengalaman. Jadi, bisa belajar dari kesalahan. Harus ada perbaikan. Harus ada perubahan."

"Tapi, lebih enak jadi anak-anak, atau remaja."

"Loh, kenapa?"

"Kalo salah, bisa punya dalih: "Kan masih kecil, masih belajar, wajar dong kalo salah...."

"Huuff...Pusing yah ngomong sama kamu."

"Lha? Itu kan pendapatku."

"Tapi, pendapatmu itu juga ngefek ke aku, tauk?!"

"Loh? Aku ya aku. Apa hubungannya sama kamu?"

"Karena aku itu kamu!"

"Kamu, aku?"

"Iya. Aku, kamu!"

"Aku???"

"Aku."

Bismillaahirrohmaanirrohiim....

Seringkali aku merasa ada banyak 'aku' dalam aku. Mereka, 'aku'-'aku' itu, saling bersaing menunjukkan eksistensinya. Mengklaim bahwa 'aku'lah aku yang sebenarnya. 'aku'-'aku' itu ingin diakui sebagai aku. 'aku' yang satunya akan berusaha mendominasi, mengalahkan peran 'aku' yang lain.

Tak hanya 'aku', terkadang ada bayang-bayang 'dia' dan 'mereka'. Orang ketiga itu, tanpa 'aku' sadari telah masuk ke dalam kehidupan'ku'. Membuat 'aku' semakin sulit menemukan 'aku' yang sebenarnya (atau justru malah membantu? Hmm...mungkin).

'aku' terus mencari, terus belajar: merenungi hakikat penciptaannya, siapa dirinya, apa tugasnya, apa tujuannya, ke mana ia setelah tiada.

'aku' masih di sini, di tepi waktu. Memunguti mozaik-mozaik hidup yang tercecer di tepian masa. Merangkai puzzle-puzzle hikmah yang berserakan di sepanjang usia. Berjalan, dan terus berjalan...belajar, dan terus belajar....hingga suatu saat nanti, 'aku' berani berkata pada dunia: "THIS IS ME"

I’ve always been the kind of girl
That hid my face
So afraid to tell the world
What I’ve got to say
But I have this dream
Right inside of me
I’m gonna let it show
It’s time to let you know
to let you know

This is real
This is me
I’m exactly where I’m supposed to be now
Gonna let light shine on me
Now I’ve found who I am
There’s no way to hold it in
No more hiding who I wanna be
This is me

Do you know what it’s like
To feel so in the dark
To dream about a life
Where you’re the shining star
Even though it seems
Like it’s too far away
I’ve got to believe in myself
It’s the only way

This is real
This is me
I’m exactly where I’m supposed to be now
Gonna let light shine on me
Now I’ve found who I am
There’s no way to hold it in
No more hiding who I wanna be
This is me

(This Is Me, Demi Lovato)



'aku'

Refleksi Perkuliahan FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA

Ingin ku berbagi cerita pada kalian..Mengawali perkuliahan di semester enam beberapa bulan yang lalu..ku lihat di jadwal, Hari Senin Jam pertama di Ruang M1 terlihat mata kuliah yang cukup asing bagiku yaitu FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA.Aku sama sekali tak punya gambaran akan keterkaitan antara jurusan yang aku ambil dengan Filasafat??Kira-kira substansinya apa ya? Ku bertanya kepada teman-teman..mereka pun sama dengan ku…pun ketika ku baca silabus dari dosen, masih belum bisa aku memahaminya. Saat perkuliahan kami duduk melingkar dan yang menjadi pusat perhatian kami adalah dosen FILSAFAT kami yaitu Dr. Marsigit..kami banyak berdiskusi..berbagai pengalaman..dan mulailah muncul keunikan dan keasyikan tersendiri selama aku mengikuti mata kuliah FILSAFAT itu.. Dr. Marsigit meminta kami mengunjungi sebuah blog Means of Global. Langsung satu hari setelah kuliah aku mengunjungi blog tersebut, Blog yang sangat edukatif..ku terus mencari sampai ku temukan apa yang ku cari..disana terdapat banyak elegi yang selalu update tiap pekannya bahkan tiap harinya, dan kami memnag dituntut untuk aktif meng-update. Aku berusaha tidak melewatkan perkuliahan. Aku hanya 2 kali tidak dapat mengikuti perkuliahan itu pun karena opname di rumah sakit. Hingga kini sampailah detik-detik perkuliahan telah usai.. Dan inilah refleksi dariku….
Salah satu tujuan dari filsafat adalah menemukan pemahaman dan tindakan yang sesuai. filsafat erat kaitannya dengan ilmu. karena bagaimana pun, tujuan dipelajari ilmu adalah untuk dapat dipahami kemudian direalisasikan ke dalam kehidupan yang nyata. tanpa pemahaman, ilmu tidak akan mungkin dapat dikuasai. matematika dan filsafat memiliki hubungan yang cukup erat, dibandingkan ilmu2 lainnya. alasannya, filsafat merupakan pangkal untuk mempelajari ilmu dan matematika adalah ibu dari segala ilmu. Berbicara mengenai perlunya belajar matematika, berikut ini jawaban atas hasil pemikiran Evawati alisah dan Eko Prasetyo dharmawan yang dituangkan dalam buku ‘filsafat dunia matematika; pengantar untuk memahami konsep2 matematika’.
1. alam semesta diatur secara terukur (phytagoras). hal yang mengagumkan dari alam adalah disiplinnya yang patuh mengikuti hukum2 matematis. misalnya saja bumi mengelilingi matahari selama 365 hari, bulan mengelilingi bumi selama 30 hari, bumi berotasi pada sumbunya selama 24 jam setiap harinya. angka2 ini tidak pernah berubah seenak hati bulan dan bumi. semuanya teratur mengikuti ukuran yang telah ditentukan. dan kesadaran akan keteraturan inilah yang merupakan hakekat mengapa perlu belajar matematika.
2. sebuah persamaan bagiku tak lain dari ungkapan pikiran Tuhan (srinivasa ramanujan). phytagoras berbicara mengenai kepatuhan alam mengikuti hukum matematis, sedangkan ramanujan berbicara bahwa angka2 yang muncul bukanlah hanya sembarang angka. melainkan hasil dari persamaan yang telah digariskan oleh Sang Pencipta. dengan kata lain, dunia matematika adalah dunia tentang perubahan kuantitas dari satu ke kuantitas yang lain, dari angka satu ke angka yang lain.
3. matematika adalah sebuah bahasa (osiah willard gibbs). dunia matematika adalah dunia bagaimana mengkomunikasikan sesuatu dengan simbol. mengkomunikasikan bentuk2 persamaan alam ke dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh manusia.
4. salah satu tujuan utama dari penyelidikan teoritis dalam bidang pengetahuan saya adalah untuk menemukan sudut pandang yang darinya pokok persoalannya menjadi tampak dalam kesederhanaannya yang paling tinggi (josiah willard gibbs). kesederhanaan bahasa matematika, memungkinkan orang memiliki satu pandangan umum untuk mengkomunikasikan pemikirannya. sehingga bias2 yang terjadi, dapat diminimalisir, bahkan dihilangkan.
5. dalam analisis matematika, kita menyebut bagian dari garis a yang belum ditentukan besarnya sebagai x; sementara sisanya tidak kita sebut sebagai y, sebagaimana kita menyebutnya dalam kehidupan biasa, namun a-x. di sinilah bahasa matematika memiliki keunggulan yang besar jika dibandingkan dengan bahasa biasa (lichtenberg georg christoph). bahasa matematika membuat kita terhindar dari kebingungan fokus. dari kutipan di atas, ketika matematika bertanya mengenai a yang berkaitan dengan x, kita akan selalu fokus dengan a dan x dan tidak akan melenceng ke y. sehingga akhirnya mempermudahkan kita untuk menyelesaikan masalah antara a dan x.
6. proposisi2 matematika karenanya memiliki kepastian tak terbantahkan yang sama sebagaimana kepastian yang khas dimiliki oleh proposisi2 seperti ’semua bujang itu belum menikah,’ namun kaligus proposisi2 tersebut jgua sama2 tak meiliki kandungan empiris dan hal ini terkait dengan sifat kepastiannya itu: proposisi2 matematika itu kosong dari segenap isi fraktual; proposisi2 tersebut tidak menyampaikan informasi mengenai kedudukan perkara empiris mana pun (carl g hempel). kutipan yang membingungkan bukan…??? untuk mengerti kutipan di atas, kita perlu tahu juga apa itu proposisi. karena penjelasan proposisi cukup panjang, nanti akan aku usahakan membuat penjelasan mengenai proposisi. gampangnya, kutipan di atas menjelaskan bahwa mempelajari matematika adalah berkaitan dengan angka atau kuantitas, bukan dengan objek yang diterangkan oleh nilai2 kuantitasnya.
7. Apakah sesuatu yang menumbuhkan rasa keanggunan dalam diri kita dari sebuah penyelesaian perhitungan, dari sebuah pembuktian? yaitu keselarasan di antara unsur2 yang berbeda2, kesimetrisan mereka, keseimbangan yang serasi di antara mereka; ringkasnya ialah yang menciptakan keteraturan, yang menciptakan keutuhan, yang memungkinkan kita bisa melihat dengan jernih dan memahami dengan gamblang pada saat yang bersamaan yang keseluruhan dan yang detil2 (jules henri poincare). kutipan ini menjelaskan bahwa dengan belajar matematika, kita mampu melihat sesuatu secara lebih sistematis dan lebih luas lagi. mengenal hubungan2 detail yang bisa membawa kita memahami sesuatu secara lebih jelas dan dan dalam konteks yang lebih besar.
8. matematika sebagai ilmu tentang pola merupakan sebuah cara memandang dunia, baik dunia fisik, biologis dan sosiologis di mana kita tinggal, dan juga cara memandang dunia batin dari pikiran dan pemikiran2 kita (keith devlin). kutipan ini hampir sama maknanya dengan kutipan sebelumnya, bahwa matematika adalah cara untuk memandang dunia. tidak hanya memandang bagaimana dunia secara fisik bekerja, tapi lebih dalam lagi ke bawah alam sadar dan pemikiran kita. dari hubungan ini, terlihat jelas bagaimana memang matematika dan filsafat adalah sesuatu yang bersanding secara sejajar dan saling melengkapi.
Dari sinilah aku semakin yakin akan jurusan yang aku pilih yaitu matematika…”Bapak Marsigit yang InsyaAllah selalu dalam LindunganNya. Terimakasih banyak atas segala ilmu dan yang terpenting adalah share pengalaman. Melalui Elegi yang Bapak tulis begitu banyak ibrah yang dapat saya petik..” Aku tidak menemukan suasana kuliah seperti ketika kuliah FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA. Dan satu lagi kita hidup tak lepas dari filsafat…Jadi ingat apa yang dikatakan oleh Pak Marsigit bahwa..Jika seorang muslim berfilsafat pastilah dia akan menjadi muslim yang baik…seorang mahasiswa berfilsafat nantinya akan menjadi mahasiswa yang sukses, sukses dunia dan akhirat…amin. InsyaAllah

Filosofi...



Filosofi Pohon Pisang

Engkau tahu pohon pisang?Dimana pun dia berada ia selalu tumbuh dan berbuah. tak mengenal masa dan tak gampang lelah. Begitu dipotong ia tumbuh lagi dan terus tumbuh, sebab baginya kematian itu tak dihadapi dengan keprasahan tapi disiapkan dengan menumbuhkan pohon dan buah yang baru.
Belajar dari pohon pisang berarti tak membiarkan diri tanpa amal sama sekali. Ia selalu harus menggunakan momentum untuk menumbuhkan kader-kader berikutnya.

Filosofi Lebah

Mengapa lebah jadi filosofi?Mengapa hewan dijadikan teladan?
1. Lebah adalah pribadi yang kokoh dan madiri. Memiliki kharisma dengan sengatan sebagai pertahanan diri.
2. Dinamis, kreatif dan inovatif. Ia mampu membuat rumah di gunung-gunung, pepohonan, di gua-gua.
3. memiliki output menebar kemanfaatan. menghasilkan madu, propolis dan zat-zat lain yang sangat bermanfaat bagi manusia.
4. mampu beramal jama`i. membangun komunitas yang kuat.
5.menjadi tokoh sosial yang dapat hinggap di mana saja tanpa mematahkan ranting yang dihinggapinya
6. Berani membela diri/ pelopor perubahan. memiliki sengat yang dahsyat untuk melindungi dari kedzaliman.

Sabtu, 28 Maret 2009

CintaQ

Keep Fighting

Bismillahirrahmaanirrahiim

Yakinlah bahwa setiap insan yang ditakdirkan oleh Sang Pencipta berada di bumi ini pasti akan selalu berjuang.
Berjuang!!
Kita awali perjuangan itu saat mulai pembuahan di dalam rahim ibunda kita. Dan kita inilah pemenangnya. Sadarkah kita?? Kita begitu berharganya.
Bisa dibayangkan kita adalah hasil pertemuan dari sebuah sperma dengan sebuah sel telur. Satu sperma inilah pemenangnya dari berjuta2 sperma yang berjalan menuju sel telur…perjalanan yang begitu panjang. Ketika sperma itu masuk ke dalam vagina, dia akan meneruskan perjalanan ke saluran cervix dan beberapa lusin akan berusaha untuk mencapai bagian atas dari tuba fallopi (saluran telur), dan hanya sebuah sperma saja yang masuk ke dalam sel telur, sedangkan sperma lain secara fisiologis tidak dapat membuahi sel telur. Bersyukurlah kembali kepada sang Khaliq.. atas sel telur yang dibuahi oleh sperma itu, karena ternyata sel telur itu adalah kita. Terpikirkan atau tidak, jika kita tidak ditakdirkan hidup di dunia ini, apa yang akan terjadi dengan sel telur yang dihasilkan oleh ibu kita? Sel telur itu tidak dibuahi, dan dia akan luluh….dan ia pun menjadi barang yang najis, keluar, dan dibuang begitu saja –maaf- saat seoang wanita mencuci pembalutnya. Bersyukurlah!! Kita begitu berharga….

Lalu apa yang terjadi setelah kita lahir???
Masyaallahu…
kita memang benar kuat!! Tidak terhitung sudah perjuangan yang kita lakukan hingga saat ini. Pastilah perjuangan itu akan terus berlanjut hingga kita dicabut nyawanya oleh malaikat Izrail. Tidak terbayangkan bagaimana perjuangan terakhir kita saat malaikat mencabut ruh kita??

Ya Rahman Ya rahiim…

Kami hambamu yang hina, tidak patutlah kami membanggakan diri.. karena kami yang mulanya berasal dari setetes mani, lalu engkau jadikan kami makhluk yang sempurna diantara ciptaanMu. Namun, dari bentuk yang sempurna ini, kami tidak mampu dengan tulus ikhlas bersyukur kepadaMu….. astaghfirullahu…
Ya Malik…
Engkau saksikan perjuangan kami di dunia ini. Ijinkan kami untuk melakukan hal-hal yang Engkau sukai. Ijinkan perjuangan kami bisa dilandasi dengan niat tulus ikhlas padaMu dan kami pun bisa menikmati perjuangan ini. Perjuangan untuk bisa menegakkan kalimatMu.

Ya qudus..

Kami berharap perjuangan di dunia ini bisa menjadi saksi atas amal perbuatan baik kami di yaumul mizan nanti, dan jikalau perjuangan ini belum bisa menjadi saksi atas amal kebaikan kami, jangan Kau beratkan ia pada amal keburukan kami. Ampunilah kami ya Ghofar…..
Teruslah berjuang!!!
Allah tujuan kita, Rosul tauladan kita, al Quran pedoman kita, Jihad cita-cita kita, mati syahid tujuan kita

Palestina Tercinta

Karena palestin ku bisa lebih semangat berjuang dalam menjalani setiap episode kehidupan ini dan berusaha untuk tidak mengeluh. Tak ada artinya keluh kesahku dibanding semangat dan pengorbanan para mujahid-mujahidah. Dari palestin, aku belajar untuk bersyukur Syukur hidup di negeri yang damai Dari palestin ku belajar untuk berempati kepada saudara-saudaraku

Fisik kita memang tidak ikut berjuang dengan mereka Batu, ketapel, bahkan senjata pun tidak pernah kita gunakan untuk melawan musuh Tapi pantaskah kita berdiam diri sedangkan saudara-saudara kita di sana sedang berjuang mempertahankan negaranya dari zionis? Keadaan ekonomi yang saat ini sedang lemah, embargo telah dilakukan Amerika ke palestin. Ribuan anak Palestina terancam meninggal kelaparan akibat kekurangan makanan serta obat-obatan Masihkah kita terdiam? Tergerakkah hati kita? Ulurkanlah tangan kita untuk membantu perjuangan mereka Walau tak ada keringat atau luka yang mengalir... setidaknya bantu dan dukunglah perjuangan mereka dengan rezeki yang kita miliki. Allahu Akbar

Rasulullah saw bersabda: "Sesama muslim itu bersaudara. Oleh karena itu, jangan menganiaya dan jangan mendiamkan. Siapa saja yang memperhatikan kepentingan saudaranya, Allah akan memperhatikannya. Siapa saja yang melapangkan satu kesulitan sesama muslim, niscaya Allah akan melapangkan satu kesulitan dari beberapa kesulitannya pada hari kiamat. Siapa saja yang menutupi kejelekan seorang muslim Allah akan menutupi kejelekannya pada hari kiamat" (Hr. Muslim dan Bukhari)